Pada poin ini akan dijelaskan apa arti historis penuh dari ruang. Secara umum konsep ruang adalah suatu tempat di permukaan bumi yang digunakan oleh manusia secara keseluruhan atau hanya sebagian. Di bawah ini adalah gambaran umum tentang arti ruang angkasa.

pengertian-ruang

Definisi ruang

Yang dimaksud dengan ruang angkasa adalah suatu tempat di permukaan bumi yang seluruhnya atau sebagian digunakan untuk kehidupan makhluk hidup.

Dalam hal ini, ruang tidak hanya terbatas pada udara yang bersentuhan dengan permukaan bumi, tetapi juga pada lapisan atmosfer terendah yang mempengaruhi permukaan bumi.

Dapat pula dikatakan bahwa ruang ini termasuk air yang ada di permukaan bumi yaitu laut, sungai, danau atau yang berada pada kedalaman tertentu di bawah permukaan bumi (airtanah).

Definisi interaksi antar spasial

Interaksi antar ruang merupakan cara mengelola ruang berdasarkan potensi dan permasalahannya dan tentunya hubungan antara suatu ruang dengan ruang di sekitarnya. Hubungan antara tempat atau ruang tersebut dapat dilihat secara fisik dan bukan fisik.

Secara fisik setiap ruang pasti memiliki ciri-ciri pembangunan fisik sesuai dengan perannya di suatu wilayah, misalnya sebagai pusat perdagangan.

Interaksi antar ruang tersebut tidak dapat dilihat secara fisik dari adanya kesenjangan sosial dan ekonomi. Pusat pertumbuhan ekonomi dan kegiatan / kegiatan sosial biasanya terkonsentrasi di satu tempat dengan pelayanan publik yang baik. Hal tersebut akan menjadi daya tarik bagi orang-orang di tempat lain yang berdampak pada perkembangan suatu tempat.

Kondisi interaksi antar ruang

Ada beberapa kondisi saling ketergantungan yang diperlukan agar interaksi spasial ini terjadi, yaitu:

  • 1. Komplementaritas – adalah kondisi saling melengkapi ketika daerah penghasil barang yang berbeda. Misalnya, Wilayah A penghasil sayur-mayur sedangkan Wilayah B penghasil buah-buahan. Kemudian daerah A membutuhkan buah-buahan, sedangkan daerah B membutuhkan sayur-sayuran. Jika masing-masing daerah mengalami surplus (surplus) maka daerah A dapat berinteraksi dengan daerah B melalui kegiatan perdagangan yang disebut juga jual beli.
  • 2. Opsi intervensi – Opsi perantara ini adalah tempat yang menawarkan alternatif yang lebih baik sebagai titik asal atau tujuan. Ketika seseorang membeli produk, mereka dapat memperhatikan pemain jarak jauh dan biaya untuk mendapatkan produk tersebut. Misalnya, Wilayah A biasanya membeli buah ke Wilayah B, tetapi belakangan diketahui bahwa Wilayah C juga merupakan penghasil buah. Karena wilayah C lebih dekat dan biaya pengangkutan lebih murah, pembeli ikan dari wilayah A akan beralih membeli buah di wilayah C. Akibatnya, interaksi antara wilayah A dan B juga melemah.
  • 3. Portabilitas – Biaya diperlukan untuk mengangkut barang dan orang. Biaya interaksi semacam itu seharusnya relatif lebih rendah
    dengan keuntungan yang Anda dapatkan. Jika biayanya terlalu tinggi dibandingkan dengan manfaatnya, tidak akan ada interaksi antara ruang-ruang ini. Kemudahan transmisi dan biaya yang dikeluarkan juga sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur (sarana dan prasarana) yang menghubungkan daerah sumber dan tujuan. Jalan yang rusak dan sulit dijangkau mengurangi kemungkinan interaksi karena biaya untuk menuju ke sana juga lebih tinggi. Misalkan seseorang menjual buah dari Wilayah A ke Wilayah B, tetapi jalan ke Wilayah B rusak parah sehingga tidak dapat dilalui. Oleh karena itu, orang tersebut tidak menjual buah tersebut ke Wilayah B.

Bentuk interaksi antar spasial

Ada beberapa bentuk interaksi antar ruang, antara lain:

  • mobilitas
    adalah interaksi dalam bentuk perpindahan atau perpindahan manusia, seperti emigrasi, imigrasi, transmigrasi, urbanisasi, perjalanan orang antar daerah untuk / bekerja atau pariwisata.
  • komunikasi
    Komunikasi adalah suatu interaksi melalui transfer ide atau gagasan dan informasi, misalnya melalui pengiriman informasi secara langsung atau tidak langsung, mis. B. Membaca berita, menonton acara TV, internet, dll.
  • mengangkut
    Merupakan interaksi melalui pengangkutan barang atau energi, misalnya pengemasan barang, budidaya dan sebagainya.

Sumber :