– Syahrini sempat mengumumkan akan menjual aset digital ke dunia digital atau Metaverse dalam bentuk non-fungible token (NFT). Tapi tahukah Anda apa yang membuat NFT dan Metaverse populer?

Dikutip dari Suara.com. Aset digital yang ditawarkan Syahrini dijual melalui platform Binance.com.

Pelajari apa itu NFT dan Metaverse, aset digital yang ditawarkan Syahrini

Pelajari-apa-itu-NFT-dan-Metaverse,-aset-digital-yang-ditawarkan-Syahrini

Baca juga:
– 6 perusahaan besar yang terlibat dalam proyek Metaverse, bukan hanya Facebook
– Menggalang dana triliunan, Niantic siap mewujudkan “Metaverse”.
– Bos Twitter mengolok-olok ide Metaverse Mark Zukerberg
– Temui Metaverse, dunia impian Mark Zuckerberg

Mengutip laman Binance, total 18.000 NFT terjual Syahrini per Senin

(20/12/2021). NFT ini diurutkan dari yang terendah hingga tertinggi, dimulai dari N (umum), R (jarang), SR (super langka), dan SSR (super super langka).

Di kategori N atau terendah adalah NFT Syahrini dengan edisi #Huss-Huss-Sanah, #Manjah, #KacidaRaosna dan #LikeThat edisi. Masing-masing NFT ini menjual 3.240 item.

Sedangkan #CetarMembahana merupakan kategori NFT peringkat tertinggi dan baru lima yang diterbitkan.

Mengunggah dari Instagram, Syahrini mengaku aset NFT ini dibuat bekerja sama dengan NFT King Pro, Binance, dan Anak Gaul Jakarta.

“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukung

dan bergabung dengan saya di My Metaverse. NFT pertama saya sekarang SOLD OUT hanya beberapa jam setelah peluncurannya,” kata Syahrini, seperti dikutip Senin (20/12/2021).
Didukung oleh GliaStudio
Syahrini menjual aset digital NFT dan Metaverse. (Instagram)
Syahrini menjual aset digital NFT dan Metaverse. (Instagram)

Melalui screenshot yang dibagikan, Syahrini mencantumkan aset NFT yang dijual seharga BUSD 20 atau US$19,99 (setara dengan Rp 287.556).

Tak hanya NFT, Syahrini juga mengembangkan produk ini lebih luas melalui Metaverse. Metaverse ini akan menampilkan tur game untuk dimainkan para penggemar.

Apa sebenarnya arti NFT dan Metaverse?

NFT atau non-fungible token adalah aset digital yang merepresentasikan objek di dunia nyata. Contoh NFT sendiri adalah lukisan, seni musik, item in-game hingga video pendek.

Menurut Forbes, pembelian dan penjualan NFT yang sistematis dilakukan secara online. Cryptocurrency atau mata uang kripto adalah salah satu mata uang yang bisa digunakan untuk transaksi pembelian NFT.

Artinya, NFT adalah aset digital yang mewakili komoditas berharga dengan nilai yang tidak dapat diganti atau ditukar.

Setiap NFT memiliki data log transaksi di blockchain. Data ini mencakup penulis, harga, dan riwayat kepemilikan.

Biasanya, NFT adalah untuk karya seni, aset bisnis seperti properti, lisensi, emoji, dan barang koleksi unik.

Sedangkan Metaverse menjadi populer setelah CEO Facebook Mark Zuckerberg mengubah nama dari Facebook menjadi Meta.

Meta kemudian menjadi perusahaan induk Facebook, yang juga memiliki Instagram dan WhatsApp.

Dikutip dari situs teknologi Wired, Metaverse adalah sesuatu yang abstrak seperti ketika orang pertama kali memahami jaringan komunikasi besar yang disebut Internet pada tahun 1970-an.

Saat itu tidak ada yang benar-benar tahu apa itu internet.

Begitu juga dengan metaverse yang mengacu pada ide-ide baru tersebut.

Metaverse tidak mengacu pada jenis teknologi apa pun. Terlebih lagi, istilah ini justru mengarah pada cara-cara baru dalam menggunakan teknologi.

Intinya, metaverse dimaksudkan untuk memperluas cakupan teknologi dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Di metaverse, orang akan mengenali istilah “virtual reality” (VR), yang ditandai dengan penggunaan dunia virtual yang lebih berkelanjutan.

Lalu ada juga augmented reality (AR), dimana aspek virtual dan fisik menyatu.

Konsep-konsep tersebut akan mudah diakses, tidak hanya di layar komputer atau laptop, tetapi juga di tangan masyarakat melalui smartphone.

Bukan itu saja, metaverse juga terkait erat dengan identitas virtual platform untuk tujuan ekonomi.

Untuk mencapainya, setiap platform kini memiliki avatarnya sendiri, messenger digital yang terlihat seperti orang sungguhan, dan pasar digital yang memungkinkan berbelanja tanpa kasir.

Di masa depan, kemungkinan teknologi metaverse ini dapat digunakan untuk mengangkut barang secara virtual.

Contohnya adalah ketika Anda membeli pakaian dari satu aplikasi dan dialihkan ke aplikasi lain.

Tidak hanya kemeja yang ringan dan bisa dipegang, barang sebesar mobil kabarnya juga bisa ditangani dengan cara yang sama.

Singkatnya, NFT adalah aset digital yang tidak dapat diperdagangkan.

Sementara itu, metaverse adalah dunia digital yang manusia c

Baca Juga :

https://satgascovidkabbogor.id
https://rsudsuka.co.id
https://dinkesokut.id
https://rsudsitiaisyah-lubuklinggau.co.id
https://lpmpjambi.id
https://lsp-poliban.id