Akibat Wifi IndiHome Gangguan – Berikut ini adalah penjelasan dan rekomendasi untuk anda tentang Akibat Wifi IndiHome Gangguan, simak ulasan lengkapnya dibawah ini sampai selsai.

Permasalahan masalah koneksi internet IndiHome Pekan lalu berekor panjang. Emosi netizen belum padam. Kali ini lebih banyak orang menuntut ganti rugi karena masalah sepanjang sekian hari itu. Memang ganti rugi saja cukup?

Minimal masalah internet IndiHome dan group Telkom berjalan sampai 3 hari. Rabu pagi hari ini, beberapa konsumen setia masih mengeluh masalah sampai “Telkomsel” kembali lagi jadi viral Twitter. Masalah IndiHome mulai menerpa semenjak Minggu 19 September sekitaran jam 1/2 enam sore. Sampai Senin pagi, yang naik bukan kecepatan internet tetapi emosi netizen.

Awalnya disebut masalah jaringan IndiHome dan Telkom muncul karena ada masalah pada mekanisme komunikasi kabel laut Jasuka (Jawa, Sumatera, dan Kalimantan) batas Batam-Pontianak. “Admin selekasnya menyiapkan pembaruan agar secepat-cepatnya infrastruktur bisa kembali berperan normal,” kata Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono melalui info tercatat.

Tersendatnya service internet IndiHome bak boikot kegiatan warga. Dimulai dari aktivitas rapat online, evaluasi pelajar sekolah yang beberapa tengah jalani Ujian tengah Semester, sampai Penyeleksian Kapabilitas Sektor CPNS. Mengakibatkan, emosi konsumen setia IndiHome susah padam dan sampai ini hari ada banyak orang yang mengeluh permasalahan ini.

Menuntut ganti rugi

Akibat Wifi IndiHome Gangguan

Beberapa netizen yang mengeluhkan sampai hari ini lebih banyak yang menanyakan ihwal kehadiran ganti rugi yang mereka peroleh atas peristiwa ini. Pemilik account Twitter @mahendrapras misalkan. Dia akui tidak mengerti jika konsumen setia harus pahami masalah ada masalah, walau sebenarnya katanya IndiHome tidak pernah ingin pahami jika konsumen setianya terlambat bayar.

“Dear (admin) @IndiHomeCare untuk konsumen setia yang terimbas masalah apa bisa ganti rugi? Jika admin disuruh untuk pahami masalah masalah ini, sepengalaman saya @IndiHomeCare tidak pernah ingin pahami argumen saya terlambat bayar (langsung diisolasi),” tulisnya.

Sementara @irwan_sowikromo menekan agar IndiHome memberi kepuasan pada customer, dan pikirkan rugi warga yang terimbas, tidak cuma pikirkan keuntungan saja. Karena seirama dengan @mahendrapras, IndiHome tidak maafkan jika ada terlambat pembayaran walaupun cuma satu hari.

“Telah sepanjang hari belum jadi , tolong donk berilah kepuasan pada customer. Tidak boleh hanya pikirkan keuntungan saja, tetapi rugi warga (customer) tidak dipikir, cocok terlambat bayar satu hari sudah di isolir..hmmm prihatin sekali servis IndiHome,” twitnya.

Berapa besar juga rugi yang dijamin konsumen setia karena jaringan IndiHome benar-benar tidak ternilai. Dari kelompok pegawai misalkan, di tengah-tengah wabah COVID-19 ini berapakah ribu orang yang kerja di rumah? Belum beberapa siswa yang memercayakan internetnya untuk evaluasi jarak jauh (PJJ).

Sebagai contoh, pemilik account @jyannijohn, yang belajarnya terusik karena jaringan jelek ini. “Saya sulit sekali online ya ampunnn, mana ulangan tolonggg dari tempo hari ini sih. Saya bayar mahal-mahal mengapa ini dahh.”

Selainnya siswa, rugi banyak juga dirasakan kelas karyawan. Pemilik account @ErickoRuly misalkan, dia akui sulit bekerja di dalam rumah secara baik.

“Quota Mbps telah saya naikkan dan disebut akan tidak lelet kembali. Rupanya lelet terus menerus. Turun naik kecepatannya saat digunakan Rapat… Kualitas servicenya loh pak, sulit ingin WFH secara baik,” tulisnya. Lalu jika sudah ini apa konsumen setia harus mendapatkan ganti rugi?

Apa ada ganti rugi?

Jika mengarah Persyaratan dan Ketetapan (S&K) yang termaktub dalam situs indihome.co.id, sebenarnya perusahaan dalam masalah ini Telkom harus memberi ganti rugi ke konsumen setia “jika Agunan Tingkat Service IndiHome tidak tercukupi atau bisa dibuktikan ada kekeliruan pada penagihan.” Dan di bagian Hak Konsumen setia, beberapa pemakai harus memperoleh ganti rugi sama sesuai ketetapan itu.

Tetapi ada point tertentu yang batasi tanggung-jawab Telkom ke konsumen setianya tersebut. Dalam S&K IndiHome, disebut: TELKOM dibebaskan dari tanggung-jawab atas pembayaran ganti rugi atau rugi yang dijamin oleh PELANGGAN, baik rugi langsung atau tidak langsung sebagai akibatnya karena berfungsinya atau mungkin tidak berfungsinya ikatan Service IndiHome, karena:

  • Kerusakan atau masalah Service IndiHome karena kekeliruan atau kelengahan PELANGGAN;
  • Peralihan Jaringan IndiHome, peralihan nomor, atau jaringan telekomunikasi TELKOM;
  • Ketidakberhasilan interkoneksi Jaringan IndiHome dengan pelaksana telekomunikasi lain;
  • Kekeliruan bill akibatnya karena akses/penggunaan Service IndiHome yang disiapkan oleh pelaksana jasa telekomunikasi lain di luar TELKOM;
  • Kerusakan karena kejadian/peristiwa di luar batasan kendalian normal TELKOM (Force Majeure).
  • Disamping itu account Twitter @indihomecare ikut memberi jawaban berkaitan ganti rugi yang ditanyakan pemakainya. “Untuk ganti rugi akan diberi jika perawatan jaringan terjadi lebih dari 3×24 jam,” catat @indihomecare.

Untuk mengatahui lebih terang berkaitan ganti rugi dari faksi IndiHome, VOI telah mengontak faksi PT Telkom. Tetapi sampai tulisan ini termuat tidak ada jawaban.

Hai, Sahabat. Maaf atas ketidaknyamannnya. Tetapi sekarang ini perawatan jaringannya telah usai dilaksanakan, silahkan dicoba kembali jaringan jaringannya. Lantas untuk ganti rugi akan diberi jika perawatan jaringan terjadi lebih dari 3×24 Jam. -Meika

Dalam pada itu, di mata seorang Pengurus Harian Yayasan Instansi Customer Indonesia (YLKI) Agus Suyatno ketentuan berkenaan pemberian ganti rugi dari IndiHome masih gelap. “Ini ketentuan terangnya tidak berada di IndiHome karena PT Telkom sendiri tidak punyai self regulation. Karena itu saya menggerakkan supaya semua BUMN harus punyai standard penuntasan ganti rugi,” katanya ke VOI.

Agus ngomong 3×24 jam ini bukanlah waktu sesaat dan sudah pasti beberapa hal yang tidak dapat dilaksanakan oleh customer di saat sepanjang itu. “Ini yang menjadi pertanyaan dasarnya apa IndiHome atau PT Telkom membuat pengakuan semacam itu.”

Walau sebenarnya Agus ngomong, masalah IndiHome semacam ini terjadi 2x di tahun ini. “Lalu customer memiliki hak memperoleh ganti rugi itu karena sesuai yang berada di dalam Undang Undang Pelindungan Customer jika customer itu memiliki hak memperoleh service sesuai janji yang sudah dikasih ke customer oleh aktor usaha.”

Proses ganti rugi

Akibat Wifi IndiHome Gangguan

Melalui ikatan telepon Agus menerangkan bagaimana semestinya proses pemberian ganti rugi. Katanya, ganti rugi dapat diberi pada bill selanjutnya.

“Contoh ada pengurangan ongkos, atau pembebasan bill bulan selanjutnya, saat itu terjadi masalah yang aktor usaha tidak dapat menunjukkan jika itu di luar dari kekuatan manusia seperti musibah alam (force majeure). Jika tidak dapat menunjukkan itu, aktor usaha dalam masalah ini Telkom dan IndiHome harus memberi ganti rugi,” papar Agus.

Agus ngomong ganti rugi seperti ini hal yang wajar. Dia memberikan contoh PT PLN, salah satunya BUMN yang punyai peraturan berdikari berkaitan pemberian ganti rugi.

“Saat ada pemadaman dalam kurun waktu demikian jam pada sebulan, customer terima ganti rugi berbentuk menyusutnya bill pada bulan selanjutnya yang saat bayar, sementara yang prabayar ia akan masuk ke pulsa yang dibeli ke pembelian selanjutnya,” kata Agus.

Dalam pada itu berkenaan besaran nominal ganti rugi kata Agus hal tersebut ada perhitungannya sendiri. Yang terang, kata Agus sekecil apa saja masalah dari sebuah service itu masih tetap bikin rugi customer.

Seperti diterangkan Agus, rugi customer itu terdiri dua: langsung dan tidak langsung. Rugi langsung misalkan customer IndiHome tidak dapat memperoleh service telekomunikasi atau internet secara baik.

Dan rugi tidak langsung nominalnya lebih besar. “Misalkan, di saat masalah customer semestinya memiliki agenda rapat zoom mengulas usaha tetapi rupanya tidak dapat dilaksanakan. Entahlah jadi dimundurkan atau diurungkan, ini kan suatu hal yang bikin rugi. Itu nilainya tidak terarah, akan besar untuk customer.”

Maka dari itu, kata Agus pemberian ganti rugi saja kurang cukup. Menurutnya faksi managemen semestinya meminta maaf secara terbuka.

“Jika di Jepang kan menundukan tubuh sepanjang 15 menit, nach saya berpikir di Indonesia perlu dilaksanakan selainnya ganti rugi ganti kerugian, audit di intern managemen, dan keinginan maaf secara terbuka. Jika mereka tidak berhasil memberi service yang bagus. Entahlah itu memiliki bentuk menunduk sepanjang lima menit sebagai pernyataan jika mereka salah dan tidak berhasil layani yang terbaik untuk customer,” ujarnya.

Situs refrensi : IndiHome Lampung

Kesimpulan

Demikian ulasan yang bisa kami berikan kepada kamu semua tentang Akibat Wifi IndiHome Gangguan. Semoga bermanfaat untuk kita semua dan terima kasih sudah berkunjung di situs kami.