Panasonic GH5 secara resmi diperkenalkan ke pasaran Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Bahkan, kamera ini sudah dapat di-preorder dengan harga Rp 27 juta untuk bodinya saja, atau menggunakan lensa kit H-ES12060 Leica DG Vario-Elmarit 12-60mm / F2.8-4.0 ASPH dengan harga Rp 37 juta.

Digital Camera Indonesia dan Fotokita berkesempatan utuk menjajalnya pertama kali kamera mirrorless pertama yang dapat merekam video 4K pada 60p/50p. Kamera ini juga menyediakan format video 4K 10-bit 4:2:2 dan video 180 fps dalam format full HD.

Fitur Sinematografi Profesional

Sensor yang digunakan GH5 adalah jenis Live MOS resolusi 20,3MP dan tanpa optical low-pass filter yang secara teori akan membuat hasil foto tampak lebih tajam. Prosesor yang digunakan adalah Venus Engine yang diperbarui, meningkatkan performa resolusi, warna, dan memperbaiki kemampuan noise reduction. Prosesor ini juga membuat performa kamera 1,3x lebih baik dibanding model sebelumnya.

Panasonic membekali GH5 dengan sistem AF Depth from Defocus. Sistem AF yang dipakai adalah versi terbaru dengan kecepatan drive 480fps dan 225 titik fokus yang bisa dipilih. Spesifikasi ini membawa kecepatan pemfokusan hingga 0,05 detik dengan 9fps burst dengan continuous AF. Sedangkan saat fokus dikunci, GH5 bahkan dapat memotret hingga 12fps. Panasonic juga menyebutkan bahwa pelacakan fokus bisa lebih akurat.

Flagship Panasonic ini memang dimaksudkan untuk pengguna video sehingga fitur ini menjadi keunggulan yang ditawarkan. GH5 dapat merekam video resolusi 4K UHD pada 60p dan 50p, dengan bit rate 150Mbps, menggunakan keseluruhan sensor. Juga ada opsi perekaman 4K DCI (dengan ukuran piksel lebih besar dibandingkan 4K UHD, untuk sinema) pada 24p, juga dengan bit rate 150Mbps.

Salah satu yang menarik juga adalah fitur variable frame rate di mana pengguna dapat mengeset frame rate video hingga 180 fps. Ini memungkinkan kita bisa membuat video slow motion dengan mulus. Fitur yang hanya berlaku pada resolusi full HD ini bisa langsung membuat video slow motion setelah perekaman video.

Fotografi 6K

Dukungan untuk perekaman video lainnya yang lebih profesional adalah monitoring waveform dan vectorscope, kontrol gamma, dukungan V-LogL, serta level luminance yang dapat diatur. Satu fitur lagi yang mengalami peningkatan adalah 4K Photo Mode, yang sekarang menjadi 6K Photo Mode. Kamera akan merekam objek pada resolusi 6K dan menghasilkan foto still 18MP per frame. Pilihan 4K Photo Mode masih tersedia, yang akan mengekstraksi foto still 8MP, dengan frame rate-nya meningkat dua kalinya menjadi 60fps. Fitur video ini menjadi langkah awal Panasonic yang menargetkan kamera berkapabilitas 8K sebelum Olympic Games 2020 di Tokyo.

Fitur video yang menjadi andalan kamera flagship Panasonic ini menghadirkan 5-axis image stabilization. Penstabil gambar ini didukung Dual IS 2 yang semakin membantu perekaman video menjadi lebih stabil. Bodi kamera dirancang tangguh karena tahan cuaca. Tersedia dua slot kartu SD untuk penyimpanan, serta viewfinder besar beresolusi tinggi sebesar 3,68 juta dot. LCD 3,2 inci di bagian belakang dapat diputar dan dilipat untuk memudahkan perekaman video. LCD ini merupakan layar sentuh dan Anda dapat menggunakannya untuk menentukan titik fokus.

Secara kontrol, memang tidak banyak yang berubah sehingga pengguna GH4 tidak akan kesulitan menggunakan GH5. Tapi ada tambahan signifikan berupa joystick di belakang kamera, di samping kanan viewfinder, yang dapat digunakan untuk memilih titik AF. Perbedaan lainnya dari GH4 adalah tidak hadirnya built-in flash. Kini hanya ada hotshoe untuk flashgun eksternal. Urusan konektivitas mencakup Wi-Fi dan Bluetooth, serta NFC. Koneksi Bluetooth-nya bahkan dapat mengaktifkan kamera secara otomatis.

Untuk pasar Indonesia, Panasonic Gobel Indonesia akan merilis kamera ini secara resmi pada Mei 2017. Untuk pemesanan pre-order dilakukan dari sekarang dengan pengiriman kamera pada kisaran bulan April.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *